Jumat, 17 Februari 2012

[FICLET] Be Carefull!

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 10:15 AM 0 komentar
"Kapan akan berangkat ke Singapore?" tanya Hye rin pada kekasihnya, yang ditanya malah sibuk dengan kegiatan bermain gamenya bersama Kyuhyun. Hye rin menghampiri Hyuk Jae dan menjambak kecil rambut pria itu.

"Ya! Kenapa kau menjambak rambutku!" pekik Hyuk Jae. Ia menghentikan permainannya dan memandang noonanya itu dengan pandangan marah. Disebelahnya Kyuhyun tertawa puas melihat pemandangan itu

"Siapa suruh tidak mendengarku," sungut Hye rin. Hyuk Jae menggerutu perlahan. Diliriknya Kyuhyun yang masih tertawa.

"Jangan tertawa, akan kuhajar kau nanti," ancam Hyuk Jae. Mendengar ancaman hyungnya itu Kyuhyun langsung diam kemudian cepat-cepat pergi dari hadapan keduanya.

"Sudahlah, kau bantu aku memasak ya," ajak Hye rin sambil berjalan menuju dapur. Hyuk Jae mengikutinya dari belakang.

"Apa yang akan kita masak malam ini?" tanya Hyuk Jae. Ia masih memandangi Hye rin yang sibuk mengeluarkan bahan masakan dalam lemari. "Aku mau membuat steak, kau potong sayurannya ya," pinta Hye rin manis sambil menyerahkan beberapa sayuran ke hadapan Hyuk Jae.

Hyuk Jae hanya memandangi sayuran di hadapannya, sebenarnya ia paling malas memasak namun karena kekasihnya ini yang meminta ia senantiasa akan melakukannya. Ia mulai mengambil pisau dan mengambil satu buah wortel, baru memotong beberapa potongan ia berteriak.

"Aw!" pekiknya.

Hye rin menghentikan aktifitasnya, ia menghampiri Hyuk Jae yang sedang mengaduh kesakitan sambil memegang jarinya. Wajah Hye rin berubah cemas saat melihat darah keluar dari jari kekasihnya itu. Ia mengambil perban dan obat merah di kotak obat dengan tergesa-gesa kemudian kembali ke dapur dan membersihkan luka Hyuk Jae.

"Lain kali hati-hati Hyuk Jae," kata Hye rin terdengar cemas. Tangan Hyuk Jae yang bebas mengelus kepala Hye rin. "Mianhe membuatmu khawatir seperti ini."

Rabu, 08 Februari 2012

Last Gift (Sequel Lovely Way)

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 7:07 PM 0 komentar
Poster by : Hannie @  http://fanfictionloverz.wordpress.com

Aku menatap ponselku tanpa arti. Berharap sekali ia berbunyi menandakan telepon atau sms masuk namun apa yang kutunggu selama seminggu ini belum membuahkan hasil.

“Hankyung hyung, apa kau baik-baik saja?” tanya Ryeowook yang melintas dihadapanku. Aku memalingkan wajahku dari ponselku dan menatapnya sambil tersenyum. “Aku baik-baik saja Ryeowook-a,” jawabku berbohong. Aku tak ingin semua member mengkhawatirkanku.

“Kau yakin? Tapi wajahmu pucat sekali hyung,” katanya lagi meyakinkan. “Segitu burukkah hingga kau memperhatikanku? Hehe aku tidak apa-apa, sungguh.”

Ryeowook mendekatiku. “Kalau kau ingin dibuatkan sup, panggil saja aku,” katanya tulus. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia meninggalkanku sendirian lagi, tak lama sosok pria berisik masuk ke dorm dengan membawa berbagai bungkusan dan menaruhnya di meja dapur.

Saat keluar dari dapur dan melihatku, dia langsung saja duduk disampingku.

Gwechana?” tanya.

Kamis, 02 Februari 2012

White Christmas (Sequel In My Dream Youre Mine. In Reality Youre My Dream) Part 2

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 7:44 PM 0 komentar
Poster by : Karra @ Fanfictionloverz.wordpress.com

BUK!

Sebongkah bola salju kecil tepat mengenai bahu kananku. Donghae sialan, bukannya meminta maaf dia malah menertawakanku “Awas kau ikan brengsek!” umpatku, aku membungkuk mencoba memungut salju namun tanpa sepengetahuanku Donghae melemparkan sebongkah lagi dan tepat mengenai punggungku.

            “DONGHAE! Kemari kau, dasar ikan bodoh!” teriakku sambil mendekatinya, bukannya ketakukan Donghae malah berlari sambil tertawa dan memungut salju. Aku melemparkan milikku “Kau melempar siapa Nara? Aku ada disini?” ejeknya melihat seranganku tak mengenainya.

            Aku memungut amunisiku kembali, melihatku lengah dia melempar salju lagi dan mengenai kepalaku “DONGHAE! Kau curang!” teriakku.

            “Pabboya” katanya meledek sambil tertawa melihatku tiga kali kena amunisinya tanpa ada serangan balik. Melihatnya tertawa dan lengah, aku melempar salju dan.

Jumat, 27 Januari 2012

Sajakku untuk 'wakil' yang selalu disebut wakil

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 8:47 PM 0 komentar
#1

Langkahku terhenti..
Ku lihat gelandangan terduduk di sudut bangunan itu..
Tertidur namun tangannya masih menengadah keatas, masih berharap ada orang yang berhati mulia memberinya makan walau sedikit.
Inikah yang diinginkan 'wakil' kita? 'Wakil' yang katanya akan memperjuangkan nasib tanggungannya?
Ironi sangat.. Saat mereka petantang-petenteng membawa mobil mewah, tidur di kasur yang empuk, makan hingga perutnya buncit namun gelandangan itu hanya mampu tidur terduduk dengan menahan lapar.
Entah siapa yang menunggu dirumahnya saat ini. Istrinya kah? Anaknya? Atau bahkan cucunya?


#2

Masih dari sudut Jakarta dan bertema masyarakat kelas bawah Indonesia.
Entah tragedi atau fakta, tema ini selalu menjadi bahasan menarik untuk diperbincangkan..
Bahasan menarik untuk menjadi lawan dari kesuksesan 'wakil' kita, bahasan yang menarik sebagai contoh betapa buruknya 'Wakil' kita, bahasan yang menarik untuk selalu diangkat dan berharap 'Wakil' kita itu mau menonton dan membacanya. Jangan bisanya cuma nonton blue film saat rapat lol :))


#3
Dari sudut bangku Bis Kota Bekasi - Kalideres kulihat rentetan kendaraan berjajar rapi walau saling mendahului.
Ah~ Indonesia..
Tidak rakyatnya tidak juga 'wakil'nya sama saja..
Saling sikut untuk mendahului..
Tak lihatkah mereka pengamen-pengamen jalanan menyodorkan kantung mereka hanya untuk diisi uang gope'an dari kalian yang tidak membutuhkan uang sekecil itu?
Dimana hati nurani mereka?
Dimana rasa kemanuasiaan mereka?
Berpindahkah rasa kasihan itu hanya karena uang?
Berpindahkah rasa kemanusiaan itu pada uang?
Aku tak menyangka... Manusia Indonesia segini peliknya dalam berbagi...

Senin, 16 Januari 2012

L-O-V-E = C-I-N-T-A

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 9:58 PM 0 komentar
Entah apa yang salah dari cinta sampai semua orang harus menyalahkan 'dia' saat sedih.
Sebenarnya resiko mencintai kalau yang dicintai tidak memiliki cinta dalam hatinya dan resiko yang saling mencintai jika cinta mereka terhalang pembatas agama atau prinsip.

Jangan pernah salahkan cinta saat kau tak memerlukannya lagi.
Jangan pernah salahkan cinta saat kau merasa hidupmu tak adil.
Jangan pernah salahkan cinta saat kau kehilangan cintamu pergi menggapai cinta yang lebih nyata.
Dan, jangan pernah salahkan cinta saat cintamu tak pernah digapai olehnya...




Salam jari tengah Alien Labil xDD

Senin, 09 Januari 2012

White Christmas (Sequel In My Dream Youre Mine. In Reality Youre My Dream) Part 1

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 6:56 PM 0 komentar
Poster by Kidneypea @ http://www.fanfictionschools.wordpress.com

Geum Nara menginjakkan kakinya di Seoul, kota kelahirannya setelah 5 tahun ia meninggalkan kota ini untuk menjauhi Choi Siwon. Pria yang ia cintai namun tak mendapatkan persetujuan dari Oemmanya.

Nara memandangi sekitarnya, mencoba mencari taksi untuk mengantarnya pulang. Tangan Nara menjulur kedepan untuk menyetop taksi yang sedang berjalan kearahnya, saat ia akan membuka pintu taksi tersebut ada tangan lain yang ingin membuka pintu tersebut.

Nara menoleh, mencoba melihat tangan siapa yang berani merebut taksinya. Seorang pria bertubuh tegap dengan rambut kemerah-merahan tengah memandangnya dengan penuh aneh “Ada apa nona?” tanyanya tanpa merasa bersalah, Nara mendengus kesal. Apa-apaan pria ini, sudah jelas dia membuat masalah.

“Maaf tapi aku yang menyetop taksi ini” katanya, pria tersebut mengerutkan keningnya “Tapi aku yang memesan taksi ini duluan” jawabnya sombong sambil membuka pintu lalu masuk kedalamnya tanpa permisi. Taksi melaju cepat dan meninggalkan Nara yang masih melongo mengingat kejadian tadi.

Belum sempat Nara mengingat kejadian tadi, dia sekarang sudah berada di depan rumahnya. “Oemma Annyeong” sapanya sambil masuk kedalam rumah “Annyeong” jawab Oemmanya.

Nara menjatuhkan badannya diatas sofa yang empuk “Kenapa pulang telat?” tanya Oemma, Nara mendengus kesal mengingat kejadian di airport tadi. “Susah mendapatkan taksi Oemma” jawab Nara.

Oemmanya yang sedang sibuk membuat makanan tidak menyahut lagi, Nara bangun dari duduknya lalu masuk kedalam kamarnya yang sangat ia rindukan. “Nara” panggil Oemma, Nara yang sudah masuk ke kamar, melongokkan kepalanya “Ne Oemma?”

Selasa, 03 Januari 2012

Cintaku pada Intan

Diposting oleh Altha Swita Abrianto di 8:50 PM 0 komentar
Namanya Intan...
Memang tak semodern nama masa kini namun itulah yang membuatnya berbeda dari gadis lainnya yang silih berganti mengisi hatiku.

Malam itu, malam perkenalanku dengannya. Walau kondisiku sangat tidak memungkinkan untuk memperhatikan detail seseorang namun aku bisa mengenali siapa yang menolongku dari kejaran perempuan gila yang mengaku hamil anakku, bayangkan saja, menyentuh pundaknya saja aku tak pernah apalagi menghamilinya.

Saat itu aku berlari di gang sepi sebuah perkampungan dan tak sengaja menabrak tubuh mungil seorang gadis. Tanpa mengucapkan sepatah katapun aku menarik tangannya dan membuatnya berlari bersamaku, herannya pula ia tidak mencoba mencegah atau melepaskan peganganku.

Jumat, 17 Februari 2012

[FICLET] Be Carefull!

Karya : Altha Swita Abrianto di 10:15 AM 0 komentar
"Kapan akan berangkat ke Singapore?" tanya Hye rin pada kekasihnya, yang ditanya malah sibuk dengan kegiatan bermain gamenya bersama Kyuhyun. Hye rin menghampiri Hyuk Jae dan menjambak kecil rambut pria itu.

"Ya! Kenapa kau menjambak rambutku!" pekik Hyuk Jae. Ia menghentikan permainannya dan memandang noonanya itu dengan pandangan marah. Disebelahnya Kyuhyun tertawa puas melihat pemandangan itu

"Siapa suruh tidak mendengarku," sungut Hye rin. Hyuk Jae menggerutu perlahan. Diliriknya Kyuhyun yang masih tertawa.

"Jangan tertawa, akan kuhajar kau nanti," ancam Hyuk Jae. Mendengar ancaman hyungnya itu Kyuhyun langsung diam kemudian cepat-cepat pergi dari hadapan keduanya.

"Sudahlah, kau bantu aku memasak ya," ajak Hye rin sambil berjalan menuju dapur. Hyuk Jae mengikutinya dari belakang.

"Apa yang akan kita masak malam ini?" tanya Hyuk Jae. Ia masih memandangi Hye rin yang sibuk mengeluarkan bahan masakan dalam lemari. "Aku mau membuat steak, kau potong sayurannya ya," pinta Hye rin manis sambil menyerahkan beberapa sayuran ke hadapan Hyuk Jae.

Hyuk Jae hanya memandangi sayuran di hadapannya, sebenarnya ia paling malas memasak namun karena kekasihnya ini yang meminta ia senantiasa akan melakukannya. Ia mulai mengambil pisau dan mengambil satu buah wortel, baru memotong beberapa potongan ia berteriak.

"Aw!" pekiknya.

Hye rin menghentikan aktifitasnya, ia menghampiri Hyuk Jae yang sedang mengaduh kesakitan sambil memegang jarinya. Wajah Hye rin berubah cemas saat melihat darah keluar dari jari kekasihnya itu. Ia mengambil perban dan obat merah di kotak obat dengan tergesa-gesa kemudian kembali ke dapur dan membersihkan luka Hyuk Jae.

"Lain kali hati-hati Hyuk Jae," kata Hye rin terdengar cemas. Tangan Hyuk Jae yang bebas mengelus kepala Hye rin. "Mianhe membuatmu khawatir seperti ini."

Rabu, 08 Februari 2012

Last Gift (Sequel Lovely Way)

Karya : Altha Swita Abrianto di 7:07 PM 0 komentar
Poster by : Hannie @  http://fanfictionloverz.wordpress.com

Aku menatap ponselku tanpa arti. Berharap sekali ia berbunyi menandakan telepon atau sms masuk namun apa yang kutunggu selama seminggu ini belum membuahkan hasil.

“Hankyung hyung, apa kau baik-baik saja?” tanya Ryeowook yang melintas dihadapanku. Aku memalingkan wajahku dari ponselku dan menatapnya sambil tersenyum. “Aku baik-baik saja Ryeowook-a,” jawabku berbohong. Aku tak ingin semua member mengkhawatirkanku.

“Kau yakin? Tapi wajahmu pucat sekali hyung,” katanya lagi meyakinkan. “Segitu burukkah hingga kau memperhatikanku? Hehe aku tidak apa-apa, sungguh.”

Ryeowook mendekatiku. “Kalau kau ingin dibuatkan sup, panggil saja aku,” katanya tulus. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia meninggalkanku sendirian lagi, tak lama sosok pria berisik masuk ke dorm dengan membawa berbagai bungkusan dan menaruhnya di meja dapur.

Saat keluar dari dapur dan melihatku, dia langsung saja duduk disampingku.

Gwechana?” tanya.

Kamis, 02 Februari 2012

White Christmas (Sequel In My Dream Youre Mine. In Reality Youre My Dream) Part 2

Karya : Altha Swita Abrianto di 7:44 PM 0 komentar
Poster by : Karra @ Fanfictionloverz.wordpress.com

BUK!

Sebongkah bola salju kecil tepat mengenai bahu kananku. Donghae sialan, bukannya meminta maaf dia malah menertawakanku “Awas kau ikan brengsek!” umpatku, aku membungkuk mencoba memungut salju namun tanpa sepengetahuanku Donghae melemparkan sebongkah lagi dan tepat mengenai punggungku.

            “DONGHAE! Kemari kau, dasar ikan bodoh!” teriakku sambil mendekatinya, bukannya ketakukan Donghae malah berlari sambil tertawa dan memungut salju. Aku melemparkan milikku “Kau melempar siapa Nara? Aku ada disini?” ejeknya melihat seranganku tak mengenainya.

            Aku memungut amunisiku kembali, melihatku lengah dia melempar salju lagi dan mengenai kepalaku “DONGHAE! Kau curang!” teriakku.

            “Pabboya” katanya meledek sambil tertawa melihatku tiga kali kena amunisinya tanpa ada serangan balik. Melihatnya tertawa dan lengah, aku melempar salju dan.

Jumat, 27 Januari 2012

Sajakku untuk 'wakil' yang selalu disebut wakil

Karya : Altha Swita Abrianto di 8:47 PM 0 komentar
#1

Langkahku terhenti..
Ku lihat gelandangan terduduk di sudut bangunan itu..
Tertidur namun tangannya masih menengadah keatas, masih berharap ada orang yang berhati mulia memberinya makan walau sedikit.
Inikah yang diinginkan 'wakil' kita? 'Wakil' yang katanya akan memperjuangkan nasib tanggungannya?
Ironi sangat.. Saat mereka petantang-petenteng membawa mobil mewah, tidur di kasur yang empuk, makan hingga perutnya buncit namun gelandangan itu hanya mampu tidur terduduk dengan menahan lapar.
Entah siapa yang menunggu dirumahnya saat ini. Istrinya kah? Anaknya? Atau bahkan cucunya?


#2

Masih dari sudut Jakarta dan bertema masyarakat kelas bawah Indonesia.
Entah tragedi atau fakta, tema ini selalu menjadi bahasan menarik untuk diperbincangkan..
Bahasan menarik untuk menjadi lawan dari kesuksesan 'wakil' kita, bahasan yang menarik sebagai contoh betapa buruknya 'Wakil' kita, bahasan yang menarik untuk selalu diangkat dan berharap 'Wakil' kita itu mau menonton dan membacanya. Jangan bisanya cuma nonton blue film saat rapat lol :))


#3
Dari sudut bangku Bis Kota Bekasi - Kalideres kulihat rentetan kendaraan berjajar rapi walau saling mendahului.
Ah~ Indonesia..
Tidak rakyatnya tidak juga 'wakil'nya sama saja..
Saling sikut untuk mendahului..
Tak lihatkah mereka pengamen-pengamen jalanan menyodorkan kantung mereka hanya untuk diisi uang gope'an dari kalian yang tidak membutuhkan uang sekecil itu?
Dimana hati nurani mereka?
Dimana rasa kemanuasiaan mereka?
Berpindahkah rasa kasihan itu hanya karena uang?
Berpindahkah rasa kemanusiaan itu pada uang?
Aku tak menyangka... Manusia Indonesia segini peliknya dalam berbagi...

Senin, 16 Januari 2012

L-O-V-E = C-I-N-T-A

Karya : Altha Swita Abrianto di 9:58 PM 0 komentar
Entah apa yang salah dari cinta sampai semua orang harus menyalahkan 'dia' saat sedih.
Sebenarnya resiko mencintai kalau yang dicintai tidak memiliki cinta dalam hatinya dan resiko yang saling mencintai jika cinta mereka terhalang pembatas agama atau prinsip.

Jangan pernah salahkan cinta saat kau tak memerlukannya lagi.
Jangan pernah salahkan cinta saat kau merasa hidupmu tak adil.
Jangan pernah salahkan cinta saat kau kehilangan cintamu pergi menggapai cinta yang lebih nyata.
Dan, jangan pernah salahkan cinta saat cintamu tak pernah digapai olehnya...




Salam jari tengah Alien Labil xDD

Senin, 09 Januari 2012

White Christmas (Sequel In My Dream Youre Mine. In Reality Youre My Dream) Part 1

Karya : Altha Swita Abrianto di 6:56 PM 0 komentar
Poster by Kidneypea @ http://www.fanfictionschools.wordpress.com

Geum Nara menginjakkan kakinya di Seoul, kota kelahirannya setelah 5 tahun ia meninggalkan kota ini untuk menjauhi Choi Siwon. Pria yang ia cintai namun tak mendapatkan persetujuan dari Oemmanya.

Nara memandangi sekitarnya, mencoba mencari taksi untuk mengantarnya pulang. Tangan Nara menjulur kedepan untuk menyetop taksi yang sedang berjalan kearahnya, saat ia akan membuka pintu taksi tersebut ada tangan lain yang ingin membuka pintu tersebut.

Nara menoleh, mencoba melihat tangan siapa yang berani merebut taksinya. Seorang pria bertubuh tegap dengan rambut kemerah-merahan tengah memandangnya dengan penuh aneh “Ada apa nona?” tanyanya tanpa merasa bersalah, Nara mendengus kesal. Apa-apaan pria ini, sudah jelas dia membuat masalah.

“Maaf tapi aku yang menyetop taksi ini” katanya, pria tersebut mengerutkan keningnya “Tapi aku yang memesan taksi ini duluan” jawabnya sombong sambil membuka pintu lalu masuk kedalamnya tanpa permisi. Taksi melaju cepat dan meninggalkan Nara yang masih melongo mengingat kejadian tadi.

Belum sempat Nara mengingat kejadian tadi, dia sekarang sudah berada di depan rumahnya. “Oemma Annyeong” sapanya sambil masuk kedalam rumah “Annyeong” jawab Oemmanya.

Nara menjatuhkan badannya diatas sofa yang empuk “Kenapa pulang telat?” tanya Oemma, Nara mendengus kesal mengingat kejadian di airport tadi. “Susah mendapatkan taksi Oemma” jawab Nara.

Oemmanya yang sedang sibuk membuat makanan tidak menyahut lagi, Nara bangun dari duduknya lalu masuk kedalam kamarnya yang sangat ia rindukan. “Nara” panggil Oemma, Nara yang sudah masuk ke kamar, melongokkan kepalanya “Ne Oemma?”

Selasa, 03 Januari 2012

Cintaku pada Intan

Karya : Altha Swita Abrianto di 8:50 PM 0 komentar
Namanya Intan...
Memang tak semodern nama masa kini namun itulah yang membuatnya berbeda dari gadis lainnya yang silih berganti mengisi hatiku.

Malam itu, malam perkenalanku dengannya. Walau kondisiku sangat tidak memungkinkan untuk memperhatikan detail seseorang namun aku bisa mengenali siapa yang menolongku dari kejaran perempuan gila yang mengaku hamil anakku, bayangkan saja, menyentuh pundaknya saja aku tak pernah apalagi menghamilinya.

Saat itu aku berlari di gang sepi sebuah perkampungan dan tak sengaja menabrak tubuh mungil seorang gadis. Tanpa mengucapkan sepatah katapun aku menarik tangannya dan membuatnya berlari bersamaku, herannya pula ia tidak mencoba mencegah atau melepaskan peganganku.

Copy Paste hukumannya di penjara 5 tahun lho :). Diberdayakan oleh Blogger.
 

A L T R I S E S I L V E R Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting