Title : In My Dream you're mine. In Reality you're My Dream
Author : AltRiseSilver
Cast : Choi Siwon
Geum Nara
Genre : Romance, Angst
Lenght : OneShoot
Rated : General
“Siwon Oppa!” Panggil seseorang dari arah belakang, lelaki yang dipanggil Siwon tersebut menoleh. Seorang gadis berseragam sekolah menghampirinya dan memberikan sebuah Alkitab kepadanya “Ini punyamu, tertinggal di bus” katanya, Siwon mengenali Alkitab tersebut lalu meraihnya “Gomawo, Nuguya?” tanya Siwon.
“Geum Nara Imnida” jawab gadis itu sambil menunduk sopan, Siwon tersenyum “Siwon Imnida” bergantian Siwon yang mengenalkan diri “Aku tau Oppa, dari Alkitabmu” kata Nara tersenyum manis. Entah perasaan apa, Siwon merasa sangat menyukai senyum gadis ini “Mau pulang ke rumah?” tanya Siwon setelah menaruh alkitabnya didalam tas kerjanya, Nara mengangguk.
“Dimana rumahmu?” tanya Siwon lagi, Nara tidak menjawab, dia sepertinya kebingungan “Didaerah ini?” tanya Siwon lagi. Nara menggeleng “Ani~ aku baru ingat harusnya aku turun di halte berikutnya namun saat melihat alkitabmu tertinggal aku jadi mengikutimu” jelas Nara sambil tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya. Siwon kembali tersenyum, gadis ini sungguh baik hati.
Selasa, 29 November 2011
Memories [Part 2]
“Aku mengerti tapi saranku untuk saat ini dukung dia dulu, kalau ia mencintaimu dia tidak akan menyianyiakan dirimu apalagi aku tau hubungan kalian itu sudah 7 tahun” kataku meyakinkan dirinya. Berat baginya mengangguk untuk mengiyakan saranku, aku mengusap kepalanya lalu memeluknya.
**
Tak ada seminggu nama Lee Sungmin sudah terdengar seantero Korea. Banyak yang menyukai kehadirannya saat ini. Aku dan Yeri hanya bisa menyaksikan debutnya di televisi. Hingga detik ini Sungmin belum mengabari kami atau menemui kami.
Jelas terlihat kalau Yeri menyimpan kegelisahannya sendirian. Aku mencoba menghiburnya namun Yeri tetap saja gelisah, hari ini aku memutuskan untuk menghubungi Sungmin. Berulang kali aku menekan tombol replay karena sambungannya sibuk, sedang menelpon siapa Sungmin ini? Pikirku dalam hati.
Akhirnya setelah sekian ribu kali, teleponku diangkat olehnya “YA! Kau kemana saja?” tanyaku tanpa menyapa dengan sopan diujung telepon aku mendengar suara tawanya “Mianhe, aku sibuk akhir-akhir ini” jelasnya “aku tidak peduli kau sibuk atau tidak, aku Cuma meragukan apa kau masih mengingat kekasihmu atau tidak” kataku.
**
Tak ada seminggu nama Lee Sungmin sudah terdengar seantero Korea. Banyak yang menyukai kehadirannya saat ini. Aku dan Yeri hanya bisa menyaksikan debutnya di televisi. Hingga detik ini Sungmin belum mengabari kami atau menemui kami.
Jelas terlihat kalau Yeri menyimpan kegelisahannya sendirian. Aku mencoba menghiburnya namun Yeri tetap saja gelisah, hari ini aku memutuskan untuk menghubungi Sungmin. Berulang kali aku menekan tombol replay karena sambungannya sibuk, sedang menelpon siapa Sungmin ini? Pikirku dalam hati.
Akhirnya setelah sekian ribu kali, teleponku diangkat olehnya “YA! Kau kemana saja?” tanyaku tanpa menyapa dengan sopan diujung telepon aku mendengar suara tawanya “Mianhe, aku sibuk akhir-akhir ini” jelasnya “aku tidak peduli kau sibuk atau tidak, aku Cuma meragukan apa kau masih mengingat kekasihmu atau tidak” kataku.
Selasa, 18 Oktober 2011
Memories [Part 1]
Author POV
“Sungmin, aku boleh bertanya?” Tanya Yeri kecil pada anak lelaki di hadapannya yang sedang menulis sesuatu di atas kertas. Sungmin menengadah, menatap wajah Yeri yang polos “Ne” katanya. Yeri menarik nafas “apa kau menyukaiku?” tanyanya polos kemudian wajahnya mulai merona. Sungmin menatap gadis kecil di depannya dengan wajahnya yang polos “kenapa wajahmu memerah Yeri?” tanyanya.
Yeri menunduk, ia merasakan wajahnya makin panas “jawab saja Sungmin” katanya lirih sambil terus menunduk. Sungmin ingin tertawa melihat tingkah Yeri seperti itu, lalu ia memberikan kertas yang tadi ia tulis sesuatu pada Yeri. Yeri mengambil kertas itu, membacanya lalu tersenyum kemudian ia melihat wajah Sungmin yg tersenyum padanya. “Sungmin-aah”
Author POV end.
“Sungmin, aku boleh bertanya?” Tanya Yeri kecil pada anak lelaki di hadapannya yang sedang menulis sesuatu di atas kertas. Sungmin menengadah, menatap wajah Yeri yang polos “Ne” katanya. Yeri menarik nafas “apa kau menyukaiku?” tanyanya polos kemudian wajahnya mulai merona. Sungmin menatap gadis kecil di depannya dengan wajahnya yang polos “kenapa wajahmu memerah Yeri?” tanyanya.
Yeri menunduk, ia merasakan wajahnya makin panas “jawab saja Sungmin” katanya lirih sambil terus menunduk. Sungmin ingin tertawa melihat tingkah Yeri seperti itu, lalu ia memberikan kertas yang tadi ia tulis sesuatu pada Yeri. Yeri mengambil kertas itu, membacanya lalu tersenyum kemudian ia melihat wajah Sungmin yg tersenyum padanya. “Sungmin-aah”
Author POV end.
Reset
Aku mencintai Park Jungsoo sepenuh hatiku, tak pernah aku mencintai seorang namja seperti ini sebelumnya. Dia yang membuatku bernafas kembali bahkan saat jati dirinya berubah aku tetap mencintai dirinya.
Namaku Choi Soora. Seorang mahasiswi fakultas psikolog yang sedang mencintai seorang namja bernama Park Jungsoo. Namja yang aku kenal 5 tahun terakhir yang membuatku mengerti arti kehidupanku sendiri, yaa aku pernah mengalami depresi berat karena ditinggal mantan kekasihku sendiri atau lebih tepatnya aku pernah hampir bunuh diri.
Namaku Choi Soora. Seorang mahasiswi fakultas psikolog yang sedang mencintai seorang namja bernama Park Jungsoo. Namja yang aku kenal 5 tahun terakhir yang membuatku mengerti arti kehidupanku sendiri, yaa aku pernah mengalami depresi berat karena ditinggal mantan kekasihku sendiri atau lebih tepatnya aku pernah hampir bunuh diri.
Lovely Way -Part 3-
HyeSung menunggu dengan sabar kehadiran Heechul, ia memandang sekelilingnya dan berpikir kenapa Heechul memilih tempat biasa dirinya dan Hankyung duduk. Dia memandang lurus kedepan, saat seseorang menutup matanya dari belakang. “Heechul Oppa” tebaknya, orang itu melepas tangannya dan duduk di depan HyeSung “bagaimana kau tau?” Tanya Heechul.
“Aku disini karena janji akan bertemu denganmu, tentu saja aku tau” katanya, Heechul tersenyum.
“Kenapa kau tidak berdandan, kan sudah kubilang, berdandanlah” kata Heechul setelah memperhatikan penampilan HyeSung. Sebenarnya ia sudah berdandan namun Heechul hanya ingin mengejeknya “apa kau bilang? Aku sudah cantik seperti ini kau masih bilang aku belum berdandan?” Tanya HyeSung kesal, Heechul makin tertawa melihat HyeSung kesal seperti itu.
“Untuk apa kita kesini? Jelaskan padaku?” Tanya HyeSung langsung ke intinya “pesanlah makanan dulu, aku lapar”. Heechul memanggil pelayan lalu memesan makanan untuknya dan HyeSung, HyeSung tidak diberikan kesempatan untuk memesan makanan yang ia mau “kalau sampai aku tidak menyukai makanan itu, aku hajar kau” kata HyeSung.
“Sekali-sekali berbicaralah formal denganku, kau ini menyebalkan sekali” kata Heechul kesal. Tak lama pesanan mereka datang, HyeSung menatap makanannya sedangkan Heechul memakan makanannya dengan lahap. ‘Bagaimana dia tau makanan kesukaanku, Cuma Hankyung yang tau’ batinnya. “Makanlah, jangan dipandangi” kata Heechul. HyeSung memakannya namun tidak menikmatinya.
Setelah makan, Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat “kau belum menjawab pertanyaanku tadi” kata HyeSung “aku akan menjawabnya nanti”.
Mereka sampai di taman bermain Seoul yang sudah hampir sepi. HyeSung hanya mengikut Heechul memasuk taman bermain itu padahal dia tau sebentar lagi taman bermain itu akan tutup. Heechul menuju wahana bianglala, dia membisikkan sesuatu pada petugas lalu memberinya sejumlah uang. Lalu dia naik, HyeSung yang masih termenung ditempatnya melihat Heechul memberi kode untuknya agar naik.
HyeSung duduk didepannya “duduk disampingku” katanya, HyeSung menolaknya. Heechul yang tidak sabar langsung menarik tangan HyeSung hingga dia sekarang duduk bersebelahan dengan Heechul. Bianglala bergerak perlahan namun Heechul masih belum menjawab pertanyaan HyeSung “sampai kapan kau akan diam dan tidak member jawaban?” Tanya HyeSung kesal. “Aku hanya ingin hari ini adalah hari terakhirmu mengingat Hankyung” jawab Heechul.
“Aku disini karena janji akan bertemu denganmu, tentu saja aku tau” katanya, Heechul tersenyum.
“Kenapa kau tidak berdandan, kan sudah kubilang, berdandanlah” kata Heechul setelah memperhatikan penampilan HyeSung. Sebenarnya ia sudah berdandan namun Heechul hanya ingin mengejeknya “apa kau bilang? Aku sudah cantik seperti ini kau masih bilang aku belum berdandan?” Tanya HyeSung kesal, Heechul makin tertawa melihat HyeSung kesal seperti itu.
“Untuk apa kita kesini? Jelaskan padaku?” Tanya HyeSung langsung ke intinya “pesanlah makanan dulu, aku lapar”. Heechul memanggil pelayan lalu memesan makanan untuknya dan HyeSung, HyeSung tidak diberikan kesempatan untuk memesan makanan yang ia mau “kalau sampai aku tidak menyukai makanan itu, aku hajar kau” kata HyeSung.
“Sekali-sekali berbicaralah formal denganku, kau ini menyebalkan sekali” kata Heechul kesal. Tak lama pesanan mereka datang, HyeSung menatap makanannya sedangkan Heechul memakan makanannya dengan lahap. ‘Bagaimana dia tau makanan kesukaanku, Cuma Hankyung yang tau’ batinnya. “Makanlah, jangan dipandangi” kata Heechul. HyeSung memakannya namun tidak menikmatinya.
Setelah makan, Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat “kau belum menjawab pertanyaanku tadi” kata HyeSung “aku akan menjawabnya nanti”.
Mereka sampai di taman bermain Seoul yang sudah hampir sepi. HyeSung hanya mengikut Heechul memasuk taman bermain itu padahal dia tau sebentar lagi taman bermain itu akan tutup. Heechul menuju wahana bianglala, dia membisikkan sesuatu pada petugas lalu memberinya sejumlah uang. Lalu dia naik, HyeSung yang masih termenung ditempatnya melihat Heechul memberi kode untuknya agar naik.
HyeSung duduk didepannya “duduk disampingku” katanya, HyeSung menolaknya. Heechul yang tidak sabar langsung menarik tangan HyeSung hingga dia sekarang duduk bersebelahan dengan Heechul. Bianglala bergerak perlahan namun Heechul masih belum menjawab pertanyaan HyeSung “sampai kapan kau akan diam dan tidak member jawaban?” Tanya HyeSung kesal. “Aku hanya ingin hari ini adalah hari terakhirmu mengingat Hankyung” jawab Heechul.
Jumat, 23 September 2011
She's Gone
“Ryeowook-aah, jika aku meninggalkanmu nanti carilah wanita lain yang jauh lebih baik dariku” kata Jieun. Aku menatap kekasihku kebingungan “kau mau meninggalkanku? Tega sekali” ucapku dengan nada sedikit manja, Jieun hanya menatapku sambil terus tersenyum. Perlahan aku merasakan ia mulai menjauh dariku, aku coba menahan tangannya agar tidak pergi namun sesuatu yang besar sepertinya menariknya, ia menghilang. Aku kalut.
“JIEUN!!”
“JIEUN!!”
Kamis, 01 September 2011
Lovely Way -Part 2-
Hankyung kembali ke Cina dengan diam-diam, semua member Super Junior dan HyeSung mengantarkan Hankyung di bandara, Hankyung berpamitan pada semua member termasuk Heechul, mereka berpelukan lama, terlihat Hankyung membisikkan sesuatu pada Heechul yang membuat Hankyung seperti mengeluarkan airmatanya namun ia buru-buru menghapusnya.
Hankyung sudah berada didepan HyeSung. HyeSung memeluk Hankyung erat, ia terpukul dengan keputusan Hankyung. Dia berharap suatu saat nanti Hankyung memutuskan untuk kembali pada Super Junior.
HyeSung berjalan gontai meninggalkan bandara, semua member Super Junior sudah pulang terlebih dahulu, matanya bengkak karena menangis sejak semalam. Tanpa ia sadari Heechul mendekatinya dan mengejutkannya “Heechul Oppa!!!” teriaknya, Heechul hanya tersenyum lebar “sedang apa kau disini? Bukannya kau sudah pulang bersama yang lainnya?” Tanya HyeSung. Heechul menggeleng “aku tau kau itu terpuruk sama sepertiku makanya aku takut pulang membawa sendiri” katanya.
HyeSung menatap Heechul “Oppa, apa dia akan kembali?” tanyanya, Heechul diam. Dia berpikir terlalu lama sebelum menjawab “mungkin, kita harus percaya padanya” kata Heechul.
Hankyung sudah berada didepan HyeSung. HyeSung memeluk Hankyung erat, ia terpukul dengan keputusan Hankyung. Dia berharap suatu saat nanti Hankyung memutuskan untuk kembali pada Super Junior.
HyeSung berjalan gontai meninggalkan bandara, semua member Super Junior sudah pulang terlebih dahulu, matanya bengkak karena menangis sejak semalam. Tanpa ia sadari Heechul mendekatinya dan mengejutkannya “Heechul Oppa!!!” teriaknya, Heechul hanya tersenyum lebar “sedang apa kau disini? Bukannya kau sudah pulang bersama yang lainnya?” Tanya HyeSung. Heechul menggeleng “aku tau kau itu terpuruk sama sepertiku makanya aku takut pulang membawa sendiri” katanya.
HyeSung menatap Heechul “Oppa, apa dia akan kembali?” tanyanya, Heechul diam. Dia berpikir terlalu lama sebelum menjawab “mungkin, kita harus percaya padanya” kata Heechul.
Langganan:
Postingan (Atom)
Selasa, 29 November 2011
In My Dream Youre Mine. In Reality Youre My Dream
Title : In My Dream you're mine. In Reality you're My Dream
Author : AltRiseSilver
Cast : Choi Siwon
Geum Nara
Genre : Romance, Angst
Lenght : OneShoot
Rated : General
“Siwon Oppa!” Panggil seseorang dari arah belakang, lelaki yang dipanggil Siwon tersebut menoleh. Seorang gadis berseragam sekolah menghampirinya dan memberikan sebuah Alkitab kepadanya “Ini punyamu, tertinggal di bus” katanya, Siwon mengenali Alkitab tersebut lalu meraihnya “Gomawo, Nuguya?” tanya Siwon.
“Geum Nara Imnida” jawab gadis itu sambil menunduk sopan, Siwon tersenyum “Siwon Imnida” bergantian Siwon yang mengenalkan diri “Aku tau Oppa, dari Alkitabmu” kata Nara tersenyum manis. Entah perasaan apa, Siwon merasa sangat menyukai senyum gadis ini “Mau pulang ke rumah?” tanya Siwon setelah menaruh alkitabnya didalam tas kerjanya, Nara mengangguk.
“Dimana rumahmu?” tanya Siwon lagi, Nara tidak menjawab, dia sepertinya kebingungan “Didaerah ini?” tanya Siwon lagi. Nara menggeleng “Ani~ aku baru ingat harusnya aku turun di halte berikutnya namun saat melihat alkitabmu tertinggal aku jadi mengikutimu” jelas Nara sambil tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya. Siwon kembali tersenyum, gadis ini sungguh baik hati.
Author : AltRiseSilver
Cast : Choi Siwon
Geum Nara
Genre : Romance, Angst
Lenght : OneShoot
Rated : General
“Siwon Oppa!” Panggil seseorang dari arah belakang, lelaki yang dipanggil Siwon tersebut menoleh. Seorang gadis berseragam sekolah menghampirinya dan memberikan sebuah Alkitab kepadanya “Ini punyamu, tertinggal di bus” katanya, Siwon mengenali Alkitab tersebut lalu meraihnya “Gomawo, Nuguya?” tanya Siwon.
“Geum Nara Imnida” jawab gadis itu sambil menunduk sopan, Siwon tersenyum “Siwon Imnida” bergantian Siwon yang mengenalkan diri “Aku tau Oppa, dari Alkitabmu” kata Nara tersenyum manis. Entah perasaan apa, Siwon merasa sangat menyukai senyum gadis ini “Mau pulang ke rumah?” tanya Siwon setelah menaruh alkitabnya didalam tas kerjanya, Nara mengangguk.
“Dimana rumahmu?” tanya Siwon lagi, Nara tidak menjawab, dia sepertinya kebingungan “Didaerah ini?” tanya Siwon lagi. Nara menggeleng “Ani~ aku baru ingat harusnya aku turun di halte berikutnya namun saat melihat alkitabmu tertinggal aku jadi mengikutimu” jelas Nara sambil tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya. Siwon kembali tersenyum, gadis ini sungguh baik hati.
Memories [Part 2]
“Aku mengerti tapi saranku untuk saat ini dukung dia dulu, kalau ia mencintaimu dia tidak akan menyianyiakan dirimu apalagi aku tau hubungan kalian itu sudah 7 tahun” kataku meyakinkan dirinya. Berat baginya mengangguk untuk mengiyakan saranku, aku mengusap kepalanya lalu memeluknya.
**
Tak ada seminggu nama Lee Sungmin sudah terdengar seantero Korea. Banyak yang menyukai kehadirannya saat ini. Aku dan Yeri hanya bisa menyaksikan debutnya di televisi. Hingga detik ini Sungmin belum mengabari kami atau menemui kami.
Jelas terlihat kalau Yeri menyimpan kegelisahannya sendirian. Aku mencoba menghiburnya namun Yeri tetap saja gelisah, hari ini aku memutuskan untuk menghubungi Sungmin. Berulang kali aku menekan tombol replay karena sambungannya sibuk, sedang menelpon siapa Sungmin ini? Pikirku dalam hati.
Akhirnya setelah sekian ribu kali, teleponku diangkat olehnya “YA! Kau kemana saja?” tanyaku tanpa menyapa dengan sopan diujung telepon aku mendengar suara tawanya “Mianhe, aku sibuk akhir-akhir ini” jelasnya “aku tidak peduli kau sibuk atau tidak, aku Cuma meragukan apa kau masih mengingat kekasihmu atau tidak” kataku.
**
Tak ada seminggu nama Lee Sungmin sudah terdengar seantero Korea. Banyak yang menyukai kehadirannya saat ini. Aku dan Yeri hanya bisa menyaksikan debutnya di televisi. Hingga detik ini Sungmin belum mengabari kami atau menemui kami.
Jelas terlihat kalau Yeri menyimpan kegelisahannya sendirian. Aku mencoba menghiburnya namun Yeri tetap saja gelisah, hari ini aku memutuskan untuk menghubungi Sungmin. Berulang kali aku menekan tombol replay karena sambungannya sibuk, sedang menelpon siapa Sungmin ini? Pikirku dalam hati.
Akhirnya setelah sekian ribu kali, teleponku diangkat olehnya “YA! Kau kemana saja?” tanyaku tanpa menyapa dengan sopan diujung telepon aku mendengar suara tawanya “Mianhe, aku sibuk akhir-akhir ini” jelasnya “aku tidak peduli kau sibuk atau tidak, aku Cuma meragukan apa kau masih mengingat kekasihmu atau tidak” kataku.
Selasa, 18 Oktober 2011
Memories [Part 1]
Author POV
“Sungmin, aku boleh bertanya?” Tanya Yeri kecil pada anak lelaki di hadapannya yang sedang menulis sesuatu di atas kertas. Sungmin menengadah, menatap wajah Yeri yang polos “Ne” katanya. Yeri menarik nafas “apa kau menyukaiku?” tanyanya polos kemudian wajahnya mulai merona. Sungmin menatap gadis kecil di depannya dengan wajahnya yang polos “kenapa wajahmu memerah Yeri?” tanyanya.
Yeri menunduk, ia merasakan wajahnya makin panas “jawab saja Sungmin” katanya lirih sambil terus menunduk. Sungmin ingin tertawa melihat tingkah Yeri seperti itu, lalu ia memberikan kertas yang tadi ia tulis sesuatu pada Yeri. Yeri mengambil kertas itu, membacanya lalu tersenyum kemudian ia melihat wajah Sungmin yg tersenyum padanya. “Sungmin-aah”
Author POV end.
“Sungmin, aku boleh bertanya?” Tanya Yeri kecil pada anak lelaki di hadapannya yang sedang menulis sesuatu di atas kertas. Sungmin menengadah, menatap wajah Yeri yang polos “Ne” katanya. Yeri menarik nafas “apa kau menyukaiku?” tanyanya polos kemudian wajahnya mulai merona. Sungmin menatap gadis kecil di depannya dengan wajahnya yang polos “kenapa wajahmu memerah Yeri?” tanyanya.
Yeri menunduk, ia merasakan wajahnya makin panas “jawab saja Sungmin” katanya lirih sambil terus menunduk. Sungmin ingin tertawa melihat tingkah Yeri seperti itu, lalu ia memberikan kertas yang tadi ia tulis sesuatu pada Yeri. Yeri mengambil kertas itu, membacanya lalu tersenyum kemudian ia melihat wajah Sungmin yg tersenyum padanya. “Sungmin-aah”
Author POV end.
Reset
Aku mencintai Park Jungsoo sepenuh hatiku, tak pernah aku mencintai seorang namja seperti ini sebelumnya. Dia yang membuatku bernafas kembali bahkan saat jati dirinya berubah aku tetap mencintai dirinya.
Namaku Choi Soora. Seorang mahasiswi fakultas psikolog yang sedang mencintai seorang namja bernama Park Jungsoo. Namja yang aku kenal 5 tahun terakhir yang membuatku mengerti arti kehidupanku sendiri, yaa aku pernah mengalami depresi berat karena ditinggal mantan kekasihku sendiri atau lebih tepatnya aku pernah hampir bunuh diri.
Namaku Choi Soora. Seorang mahasiswi fakultas psikolog yang sedang mencintai seorang namja bernama Park Jungsoo. Namja yang aku kenal 5 tahun terakhir yang membuatku mengerti arti kehidupanku sendiri, yaa aku pernah mengalami depresi berat karena ditinggal mantan kekasihku sendiri atau lebih tepatnya aku pernah hampir bunuh diri.
Lovely Way -Part 3-
HyeSung menunggu dengan sabar kehadiran Heechul, ia memandang sekelilingnya dan berpikir kenapa Heechul memilih tempat biasa dirinya dan Hankyung duduk. Dia memandang lurus kedepan, saat seseorang menutup matanya dari belakang. “Heechul Oppa” tebaknya, orang itu melepas tangannya dan duduk di depan HyeSung “bagaimana kau tau?” Tanya Heechul.
“Aku disini karena janji akan bertemu denganmu, tentu saja aku tau” katanya, Heechul tersenyum.
“Kenapa kau tidak berdandan, kan sudah kubilang, berdandanlah” kata Heechul setelah memperhatikan penampilan HyeSung. Sebenarnya ia sudah berdandan namun Heechul hanya ingin mengejeknya “apa kau bilang? Aku sudah cantik seperti ini kau masih bilang aku belum berdandan?” Tanya HyeSung kesal, Heechul makin tertawa melihat HyeSung kesal seperti itu.
“Untuk apa kita kesini? Jelaskan padaku?” Tanya HyeSung langsung ke intinya “pesanlah makanan dulu, aku lapar”. Heechul memanggil pelayan lalu memesan makanan untuknya dan HyeSung, HyeSung tidak diberikan kesempatan untuk memesan makanan yang ia mau “kalau sampai aku tidak menyukai makanan itu, aku hajar kau” kata HyeSung.
“Sekali-sekali berbicaralah formal denganku, kau ini menyebalkan sekali” kata Heechul kesal. Tak lama pesanan mereka datang, HyeSung menatap makanannya sedangkan Heechul memakan makanannya dengan lahap. ‘Bagaimana dia tau makanan kesukaanku, Cuma Hankyung yang tau’ batinnya. “Makanlah, jangan dipandangi” kata Heechul. HyeSung memakannya namun tidak menikmatinya.
Setelah makan, Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat “kau belum menjawab pertanyaanku tadi” kata HyeSung “aku akan menjawabnya nanti”.
Mereka sampai di taman bermain Seoul yang sudah hampir sepi. HyeSung hanya mengikut Heechul memasuk taman bermain itu padahal dia tau sebentar lagi taman bermain itu akan tutup. Heechul menuju wahana bianglala, dia membisikkan sesuatu pada petugas lalu memberinya sejumlah uang. Lalu dia naik, HyeSung yang masih termenung ditempatnya melihat Heechul memberi kode untuknya agar naik.
HyeSung duduk didepannya “duduk disampingku” katanya, HyeSung menolaknya. Heechul yang tidak sabar langsung menarik tangan HyeSung hingga dia sekarang duduk bersebelahan dengan Heechul. Bianglala bergerak perlahan namun Heechul masih belum menjawab pertanyaan HyeSung “sampai kapan kau akan diam dan tidak member jawaban?” Tanya HyeSung kesal. “Aku hanya ingin hari ini adalah hari terakhirmu mengingat Hankyung” jawab Heechul.
“Aku disini karena janji akan bertemu denganmu, tentu saja aku tau” katanya, Heechul tersenyum.
“Kenapa kau tidak berdandan, kan sudah kubilang, berdandanlah” kata Heechul setelah memperhatikan penampilan HyeSung. Sebenarnya ia sudah berdandan namun Heechul hanya ingin mengejeknya “apa kau bilang? Aku sudah cantik seperti ini kau masih bilang aku belum berdandan?” Tanya HyeSung kesal, Heechul makin tertawa melihat HyeSung kesal seperti itu.
“Untuk apa kita kesini? Jelaskan padaku?” Tanya HyeSung langsung ke intinya “pesanlah makanan dulu, aku lapar”. Heechul memanggil pelayan lalu memesan makanan untuknya dan HyeSung, HyeSung tidak diberikan kesempatan untuk memesan makanan yang ia mau “kalau sampai aku tidak menyukai makanan itu, aku hajar kau” kata HyeSung.
“Sekali-sekali berbicaralah formal denganku, kau ini menyebalkan sekali” kata Heechul kesal. Tak lama pesanan mereka datang, HyeSung menatap makanannya sedangkan Heechul memakan makanannya dengan lahap. ‘Bagaimana dia tau makanan kesukaanku, Cuma Hankyung yang tau’ batinnya. “Makanlah, jangan dipandangi” kata Heechul. HyeSung memakannya namun tidak menikmatinya.
Setelah makan, Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat “kau belum menjawab pertanyaanku tadi” kata HyeSung “aku akan menjawabnya nanti”.
Mereka sampai di taman bermain Seoul yang sudah hampir sepi. HyeSung hanya mengikut Heechul memasuk taman bermain itu padahal dia tau sebentar lagi taman bermain itu akan tutup. Heechul menuju wahana bianglala, dia membisikkan sesuatu pada petugas lalu memberinya sejumlah uang. Lalu dia naik, HyeSung yang masih termenung ditempatnya melihat Heechul memberi kode untuknya agar naik.
HyeSung duduk didepannya “duduk disampingku” katanya, HyeSung menolaknya. Heechul yang tidak sabar langsung menarik tangan HyeSung hingga dia sekarang duduk bersebelahan dengan Heechul. Bianglala bergerak perlahan namun Heechul masih belum menjawab pertanyaan HyeSung “sampai kapan kau akan diam dan tidak member jawaban?” Tanya HyeSung kesal. “Aku hanya ingin hari ini adalah hari terakhirmu mengingat Hankyung” jawab Heechul.
Jumat, 23 September 2011
She's Gone
“Ryeowook-aah, jika aku meninggalkanmu nanti carilah wanita lain yang jauh lebih baik dariku” kata Jieun. Aku menatap kekasihku kebingungan “kau mau meninggalkanku? Tega sekali” ucapku dengan nada sedikit manja, Jieun hanya menatapku sambil terus tersenyum. Perlahan aku merasakan ia mulai menjauh dariku, aku coba menahan tangannya agar tidak pergi namun sesuatu yang besar sepertinya menariknya, ia menghilang. Aku kalut.
“JIEUN!!”
“JIEUN!!”
Kamis, 01 September 2011
Lovely Way -Part 2-
Hankyung kembali ke Cina dengan diam-diam, semua member Super Junior dan HyeSung mengantarkan Hankyung di bandara, Hankyung berpamitan pada semua member termasuk Heechul, mereka berpelukan lama, terlihat Hankyung membisikkan sesuatu pada Heechul yang membuat Hankyung seperti mengeluarkan airmatanya namun ia buru-buru menghapusnya.
Hankyung sudah berada didepan HyeSung. HyeSung memeluk Hankyung erat, ia terpukul dengan keputusan Hankyung. Dia berharap suatu saat nanti Hankyung memutuskan untuk kembali pada Super Junior.
HyeSung berjalan gontai meninggalkan bandara, semua member Super Junior sudah pulang terlebih dahulu, matanya bengkak karena menangis sejak semalam. Tanpa ia sadari Heechul mendekatinya dan mengejutkannya “Heechul Oppa!!!” teriaknya, Heechul hanya tersenyum lebar “sedang apa kau disini? Bukannya kau sudah pulang bersama yang lainnya?” Tanya HyeSung. Heechul menggeleng “aku tau kau itu terpuruk sama sepertiku makanya aku takut pulang membawa sendiri” katanya.
HyeSung menatap Heechul “Oppa, apa dia akan kembali?” tanyanya, Heechul diam. Dia berpikir terlalu lama sebelum menjawab “mungkin, kita harus percaya padanya” kata Heechul.
Hankyung sudah berada didepan HyeSung. HyeSung memeluk Hankyung erat, ia terpukul dengan keputusan Hankyung. Dia berharap suatu saat nanti Hankyung memutuskan untuk kembali pada Super Junior.
HyeSung berjalan gontai meninggalkan bandara, semua member Super Junior sudah pulang terlebih dahulu, matanya bengkak karena menangis sejak semalam. Tanpa ia sadari Heechul mendekatinya dan mengejutkannya “Heechul Oppa!!!” teriaknya, Heechul hanya tersenyum lebar “sedang apa kau disini? Bukannya kau sudah pulang bersama yang lainnya?” Tanya HyeSung. Heechul menggeleng “aku tau kau itu terpuruk sama sepertiku makanya aku takut pulang membawa sendiri” katanya.
HyeSung menatap Heechul “Oppa, apa dia akan kembali?” tanyanya, Heechul diam. Dia berpikir terlalu lama sebelum menjawab “mungkin, kita harus percaya padanya” kata Heechul.
Langganan:
Postingan (Atom)
Copy Paste hukumannya di penjara 5 tahun lho :). Diberdayakan oleh Blogger.